Green Tourism & Ekowisata

Keberlanjutan Lingkungan Dalam Kepariwisataan Jawa Barat

Laporan dan pangkalan data pengelolaan pariwisata berkelanjutan (Green Tourism) dan upaya pelestarian. Pemantauan dampak tata guna lahan, efisiensi penanganan sampah, ekowisata, hingga mitigasi kerentanan terhadap risiko perubahan alam di titik pariwisata provinsi Jawa Barat.

38 Total Dokumen
66.08 MB Total Ukuran
7 Total Unduhan

Green Tourism, Ekowisata & Mitigasi Risiko

Laporan pengelolaan pariwisata berkelanjutan mencakup pemantauan tata guna lahan, efisiensi penanganan sampah, program ekowisata, hingga mitigasi kerentanan terhadap risiko perubahan alam di titik-titik pariwisata strategis Provinsi Jawa Barat.

Tidak ada indikator yang cocok dengan ""

Perubahan Tutupan Lahan Provinsi Jawa Barat
Periode 2014 · 2018 · 2022

Perubahan tutupan lahan di Provinsi Jawa Barat selama periode 2014–2022 menunjukkan dinamika pemanfaatan ruang yang berkembang seiring dengan pertumbuhan wilayah dan aktivitas pembangunan. Visualisasi ini menggambarkan komposisi serta perubahan pada berbagai kategori tutupan lahan, seperti kawasan vegetasi, pertanian, dan area terbangun. Secara umum, perubahan yang terjadi mencerminkan proses adaptasi pemanfaatan lahan dalam mendukung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat.
Total Luas Tutupan Lahan
3,70 Juta Ha
Jumlah Kategori Tutupan Lahan
9 Kategori
Kategori Perkembangan Dinamis
Semak Belukar
+81,6% perubahan
Pemantauan Perubahan Tutupan Lahan
2014–2022
Konsisten
A. Komposisi Tutupan Lahan
Distribusi Tutupan Lahan Jawa Barat (2022)
Total ≈ 3,70 Juta Ha
Komposisi Tutupan Lahan Provinsi Jawa Barat (2014–2022)
B. Distribusi & Tren Perubahan
Dinamika Perubahan Tutupan Lahan per Kategori
Meningkat Menurun
C. Tren Per Kategori Prioritas
Tren Perubahan Tutupan Lahan Terpilih 2014–2022
Catatan
  • Data tutupan lahan mencakup 9 kategori utama berdasarkan citra satelit dan peta tematik KLHK Provinsi Jawa Barat.
  • Lonjakan semak belukar (+81,6%) mengindikasikan lahan yang ditinggalkan pascakonversi, berpotensi menurunkan daya dukung ekosistem wisata.
  • Konversi sawah menjadi kawasan terbangun berdampak pada ketersediaan air dan pemandangan alam sebagai aset wisata pedesaan.
  • Data mengacu pada tahun pengamatan 2014, 2018, dan 2022; belum termasuk pembaruan pasca-2022.
Sumber: KLHK / BPS Jawa Barat — Peta Tutupan Lahan 2014, 2018 & 2022

Aktivitas Wisata Budaya Wisatawan Nusantara — Jawa Barat 2025

Hasil survei wisatawan nusantara tahun 2025 menunjukkan adanya partisipasi wisatawan dalam aktivitas wisata budaya di Provinsi Jawa Barat. Aktivitas wisata budaya menjadi salah satu bagian dari pengalaman wisata yang mendukung pelestarian budaya daerah serta penguatan daya tarik pariwisata berbasis kearifan lokal.
Responden Survei Wisatawan Nusantara
335 responden
Aktivitas Wisata Budaya
Termasuk
Dalam pilihan wisata wisnus
Dukungan Wisata Berbasis Budaya
Aktif
Kearifan lokal daerah
Catatan
  • Data bersumber dari hasil survei Analisis Pasar (Anpas) Disparbud Jawa Barat tahun 2025.
  • Jumlah responden survei wisatawan nusantara (Wisnus) sebanyak 335 orang.
  • Sebesar 4% wisatawan nusantara responden survei melakukan aktivitas wisata budaya di Jawa Barat.
Sumber: Data Analisa Pasar Disparbud Jawa Barat 2025 (Raw Data)

Musim Kunjungan Wisatawan Nusantara — Jawa Barat 2025

Perjalanan wisatawan nusantara ke Provinsi Jawa Barat sepanjang tahun 2025 menunjukkan aktivitas kunjungan yang tinggi pada periode tertentu, khususnya saat momentum libur nasional dan musim liburan. Puncak kunjungan wisatawan terjadi pada bulan April, Juli, dan Desember yang mencerminkan tingginya daya tarik destinasi wisata Jawa Barat pada periode libur Lebaran, libur sekolah, serta akhir tahun. Pola kunjungan ini menunjukkan konsistensi aktivitas pariwisata domestik dan pergerakan wisatawan yang tetap aktif sepanjang tahun.
Total Perjalanan Wisatawan Nusantara 2025
211,76 Juta perjalanan
Total Kunjungan Periode Puncak
59,80 Juta perjalanan
April · Juli · Desember
Indeks Musiman Wisatawan Nusantara
28,24%
Dari total perjalanan 2025
Perjalanan Wisatawan Nusantara pada Bulan Kunjungan Tertinggi Tahun 2025
Kontribusi Periode Kunjungan Tertinggi terhadap Total Perjalanan Wisatawan 2025
Periode Kunjungan Tertinggi (28,24%) Periode Lainnya (71,76%)
Catatan
  • Total perjalanan wisatawan nusantara tujuan Jawa Barat tahun 2025 mencapai 211.762.921 perjalanan.
  • Tiga bulan dengan jumlah perjalanan tertinggi adalah April 2025 sebesar 22.522.037 perjalanan, Juli 2025 sebesar 18.751.277 perjalanan, dan Desember 2025 sebesar 18.527.110 perjalanan.
  • Indeks musiman perjalanan wisatawan nusantara tujuan Jawa Barat tahun 2025 sebesar 28,24%, yang menunjukkan sekitar 28,24% perjalanan terkonsentrasi pada periode puncak liburan.

Cakupan Kawasan Lindung — Jawa Barat

Kawasan lindung di Provinsi Jawa Barat memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung kelestarian sumber daya alam, serta menjaga keberlanjutan ekosistem daerah. Keberadaan kawasan hutan lindung menjadi bagian dari upaya pengelolaan ruang berkelanjutan yang mendukung kualitas lingkungan hidup dan ketahanan wilayah di Jawa Barat.
Luas Kawasan Hutan Lindung
291.306 Ha
Luas Wilayah Jawa Barat
3,70 Juta Ha
Persentase Cakupan Kawasan Lindung
7,86%
Dari total luas wilayah Jawa Barat
Persentase Kawasan Lindung di Jawa Barat
Kawasan Lindung (7,86%) Wilayah Lainnya (92,14%)
Perbandingan Luas Kawasan Lindung terhadap Luas Wilayah Jawa Barat
Catatan
  • Luas hutan lindung di Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar 291.306,00 hektare.
  • Luas total wilayah Provinsi Jawa Barat sebesar 37.044,86 km² atau setara 3.704.486 hektare.
  • Persentase cakupan kawasan lindung terhadap total luas wilayah Provinsi Jawa Barat tahun 2023 adalah sebesar 7,86%.

Intensitas Emisi Sektor Energi terhadap PDRB — Jawa Barat 2023

Aktivitas sektor energi di Provinsi Jawa Barat terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang tercermin pada tingginya nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2023. Pengukuran intensitas emisi terhadap PDRB memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara aktivitas ekonomi dan penggunaan energi dalam mendukung pembangunan daerah. Indikator ini menjadi bagian dari upaya penguatan pembangunan berkelanjutan dan efisiensi pemanfaatan energi di Jawa Barat.
Total Emisi Sektor Energi
41.844,04 Gg CO₂e
PDRB ADHK 2010 Jawa Barat
Rp1.669,41 T
Atas Dasar Harga Konstan 2010
Intensitas Emisi Energi
25,07 Ton CO₂e / Rp1 M PDRB
Per Rp1 Miliar PDRB
Emisi Sektor Energi dan PDRB Jawa Barat Tahun 2023
Catatan
  • Materi IGRK Jawa Barat mencatat emisi tertinggi tahun 2023 berasal dari sektor energi sebesar 41.844,04 Gg CO₂eq.
  • PDRB ADHK 2010 Jawa Barat tahun 2023 sebesar 1.669.406,36 miliar rupiah berdasarkan data BPS.
  • Rasio total emisi sektor energi terhadap PDRB riil Provinsi Jawa Barat tahun 2023 adalah sekitar 25,07 ton CO₂e per Rp1 miliar PDRB ADHK 2010.

Dokumen Persentase Penggunaan Energi Baru dan terbarukan (EBT) — Jawa Barat

Indikator ini menilai tingkat adopsi dan proporsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) pada fasilitas pariwisata di Jawa Barat, yang berperan dalam menurunkan jejak karbon sektor wisata.

1
Total Dokumen
Tautan Eksternal
1
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Penggunaan panel surya dan biomassa mulai diterapkan secara luas di resor dan desa wisata.
  • Transisi menuju EBT mendukung target pengurangan emisi gas rumah kaca daerah.
  • Investasi awal untuk infrastruktur EBT diharapkan sebanding dengan penghematan biaya energi jangka panjang.
Sumber: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Barat

Dokumen Investasi dalam Energi dan Infrastruktur Ramah Lingkungan — Jawa Barat

Indikator ini mengukur ketersediaan dan penggunaan infrastruktur ramah lingkungan di berbagai destinasi wisata Jawa Barat, sebagai wujud komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

3
Total Dokumen
3
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Infrastruktur ramah lingkungan mencakup pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan desain bangunan hijau.
  • Penerapan fasilitas ramah lingkungan dapat meningkatkan nilai jual destinasi di mata wisatawan global.
  • Pemerintah memberikan insentif bagi pelaku usaha yang menerapkan prinsip ekowisata.
Sumber: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat

Dokumen Kontribusi PDRB Sektor Akomodasi,dan Makan Minum — Jawa Barat

Indikator ini menilai kontribusi sektor penyediaan akomodasi serta makan dan minum terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat, yang mencerminkan peran industri pariwisata dalam perekonomian daerah.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data menunjukkan kontribusi terhadap total PDRB ADHB Provinsi Jawa Barat sebesar 3,21%.

Dokumen Kontribusi Pariwisata PadaTenagaKerja — Jawa Barat

Indikator ini mengukur besaran kontribusi tenaga kerja di sektor pariwisata terhadap total angkatan kerja di Jawa Barat, menunjukkan peran pariwisata sebagai motor penggerak penciptaan lapangan kerja.

2
Total Dokumen
2
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Sektor pariwisata mampu menyerap tenaga kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan.
  • Peningkatan kompetensi SDM pariwisata menjadi fokus utama pemerintah daerah.
  • Tingkat serapan tenaga kerja dipengaruhi oleh tren pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat

Dokumen Proporsi Rata-rata Keanekaragaman Hayati Kunci yang Tercakup dalam Kawasan Konservasi — Jawa Barat

Indikator ini memantau Indeks Keanekaragaman Hayati di wilayah Jawa Barat, menunjukkan kekayaan flora dan fauna yang menjadi daya tarik ekowisata utama sekaligus parameter kelestarian ekosistem.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Keanekaragaman hayati dinilai melalui pendataan spesies endemik dan terancam punah.
  • Pelestarian keanekaragaman hayati menjadi fondasi utama dalam pengembangan wisata alam.
  • Edukasi lingkungan kepada wisatawan terus didorong untuk menekan dampak negatif aktivitas pariwisata.
Sumber: Dinas Kehutanan / BKSDA Jawa Barat

Dokumen Perlindungan yang Memadai Terhadap Alam — Jawa Barat

Indikator ini menilai luasan dan efektivitas perlindungan kawasan konservasi serta taman nasional di wilayah Jawa Barat, sebagai upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan daya tarik ekowisata.

9
Total Dokumen
9
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data luasan kawasan lindung bersumber dari kementerian terkait dan peta tata ruang daerah.
  • Kawasan konservasi memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem wisata alam.
  • Partisipasi masyarakat sekitar kawasan sangat penting dalam upaya pelestarian lingkungan.
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan / Bappeda Jawa Barat

Dokumen Indeks Kualitas Udara — Jawa Barat

Indikator ini mengukur nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) di berbagai wilayah Jawa Barat, menunjukkan tingkat kebersihan udara yang secara langsung memengaruhi daya tarik wisata berbasis alam terbuka.

2
Total Dokumen
2
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Pengukuran IKU dilakukan secara kontinu di berbagai stasiun pemantau di kabupaten/kota.
  • Kualitas udara yang baik mendukung kelestarian ekosistem dan kenyamanan wisatawan.
  • Program penanaman pohon digalakkan sebagai salah satu langkah untuk menekan polusi udara.
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

Dokumen Indeks Kualitas Air Laut — Jawa Barat

Indikator ini memantau kualitas dan kebersihan air laut di kawasan pesisir Jawa Barat, yang sangat penting bagi pengembangan destinasi pariwisata bahari yang berkelanjutan.

2
Total Dokumen
2
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Pemantauan kualitas air laut berfokus pada parameter fisik, kimia, dan biologi.
  • Pariwisata bahari sangat bergantung pada pelestarian terumbu karang dan kebersihan pantai.
  • Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk mengurangi limbah yang bermuara ke laut.
Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan / Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

Dokumen Pengawasan Terkait Pencemaran Limbah Terhadap Lingkungan — Jawa Barat

Indikator ini mengukur tingkat pencemaran pada media udara dan air, khususnya di sekitar kawasan destinasi wisata Jawa Barat, untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan wisatawan serta kelestarian lingkungan.

2
Total Dokumen
2
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Pemantauan kualitas udara dan air dilakukan secara periodik menggunakan stasiun pemantau lingkungan.
  • Kondisi lingkungan yang bersih menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari ketenangan alam.
  • Upaya mitigasi pencemaran difokuskan pada pengelolaan limbah dari sektor industri dan akomodasi wisata.
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

Dokumen Indeks Kualitas Air — Jawa Barat

Indikator ini menilai Indeks Kualitas Air (IKA) pada sumber-sumber air tawar utama seperti sungai dan danau di Jawa Barat, memastikan kelayakan perairan untuk mendukung pariwisata.

2
Total Dokumen
2
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Kualitas air diukur berdasarkan parameter pencemar baku mutu air nasional.
  • Sungai dan danau merupakan aset wisata potensial yang sangat sensitif terhadap pencemaran limbah cair.
  • Upaya restorasi daerah aliran sungai (DAS) dilakukan secara terpadu oleh berbagai instansi.
Sumber: Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

Dokumen Proporsi Rata-rata Keanekaragaman Hayati Kunci yang Tercakup dalam Kawasan Konservasi — Jawa Barat

Indikator ini memantau Indeks Keanekaragaman Hayati di wilayah Jawa Barat, menunjukkan kekayaan flora dan fauna yang menjadi daya tarik ekowisata utama sekaligus parameter kelestarian ekosistem.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Keanekaragaman hayati dinilai melalui pendataan spesies endemik dan terancam punah.
  • Pelestarian keanekaragaman hayati menjadi fondasi utama dalam pengembangan wisata alam.
  • Edukasi lingkungan kepada wisatawan terus didorong untuk menekan dampak negatif aktivitas pariwisata.
Sumber: Dinas Kehutanan / BKSDA Jawa Barat

Dokumen Rasio Rata-rata Upah per Bulan Pekerja Sektor Akomodasi dan Minum — Jawa Barat

Indikator ini memantau rata-rata upah atau gaji bersih bulanan yang diterima oleh pekerja di sektor akomodasi dan penyediaan makan minum di Jawa Barat, sebagai tolok ukur kesejahteraan dan standar kelayakan hidup.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data tingkat upah dihimpun dari survei angkatan kerja nasional.
  • Kesejahteraan pekerja merupakan faktor kunci dalam pelayanan prima industri pariwisata.
  • Penyesuaian upah dilakukan seiring dengan regulasi pemerintah daerah terkait upah minimum.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat

Dokumen Selisih Absolut antara Proporsi Pekerjaan Laki-laki dan Perempuan di Sektor Pariwisata Daerah — Jawa Barat

Indikator ini mengukur kesenjangan atau selisih absolut proporsi pekerjaan antara laki-laki dan perempuan di sektor pariwisata Jawa Barat, sebagai bentuk evaluasi terhadap kesetaraan gender dan inklusivitas tenaga kerja.

1
Total Dokumen
Tautan Eksternal
2
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data proporsi pekerja dianalisis berdasarkan gender untuk memantau kesetaraan di tempat kerja.
  • Sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kesempatan kerja yang inklusif bagi semua kalangan.
  • Program pemberdayaan perempuan terus ditingkatkan untuk mengurangi kesenjangan proporsi pekerja.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat / Dinas Tenaga Kerja

Dokumen Lama Perjalanan Wisatawan Nusantara — Jawa Barat

Indikator ini menghitung rata-rata lama perjalanan (length of stay) wisatawan yang berkunjung ke wilayah Jawa Barat, yang berimplikasi langsung pada tingkat pengeluaran wisatawan dan perputaran ekonomi lokal.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data lama perjalanan wisatawan diperoleh melalui survei langsung dan catatan akomodasi.
  • Peningkatan kualitas atraksi wisata bertujuan untuk memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.
  • Lama tinggal yang lebih lama memberikan peluang lebih besar bagi UMKM lokal untuk berkembang.
Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat / BPS

Dokumen Rasio Perialanan Wisatawan Nusantara yang Melakukan Kegiatan Wisata Alam — Jawa Barat

Indikator ini mengukur rasio perjalanan wisatawan nusantara yang secara khusus melakukan aktivitas wisata alam di wilayah Jawa Barat, menunjukkan tingkat ketertarikan pada potensi ekowisata daerah.

Total Dokumen
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data rasio perjalanan dikumpulkan berdasarkan survei profil wisatawan nusantara.
  • Peningkatan wisata alam berdampak positif pada kesadaran lingkungan.
  • Pengembangan destinasi berfokus pada daya dukung lingkungan untuk keberlanjutan.
Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat / BPS

Dokumen Sebaran Wisatawan — Jawa Barat

Indikator ini memantau sebaran proporsi wisatawan di masing-masing kabupaten dan kota di Jawa Barat, memberikan gambaran mengenai pemerataan kunjungan wisata dan potensi pengembangan destinasi.

3
Total Dokumen
3
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data sebaran wisatawan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas promosi pariwisata daerah.
  • Pemerataan kunjungan diharapkan dapat mengurangi tekanan pada destinasi wisata populer (overtourism).
  • Analisis sebaran membantu dalam perencanaan pembangunan infrastruktur pariwisata yang lebih merata.
Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

Video Pendukung

Memuat video…

Daftar Dokumen

Memuat dokumen…
Statistik Repositori
Jumlah Dokumen 38
Total Ukuran 66.08 MB
Total Unduhan 7
Terakhir Diperbarui 08 Jul 2026
← Kembali ke Repositori
Contact Us

Kirim Pesan ke Kami

Kami akan merespons pesan Anda melalui email dalam 1–2 hari kerja.