Infrastruktur & Fasilitas

Infrastruktur dan Pelayanan Jawa Barat

Pusat data fasilitas dan infrastruktur pariwisata yang mencakup ketersediaan hotel akomodasi, indeks kemantapan jalan tol dan jalan lokal, kelengkapan transportasi darat dan udara, sarana olahraga, hingga rasio fasilitas pelayanan kesehatan medis darurat di sekitar destinasi pariwisata andalan.

29 Total Dokumen
1.09 MB Total Ukuran
8 Total Unduhan

Fasilitas, Aksesibilitas & Layanan Kesehatan

Data fasilitas akomodasi, indeks kemantapan jalan, kelengkapan transportasi darat dan udara, sarana olahraga, serta rasio fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar destinasi pariwisata andalan Jawa Barat. Diperbarui secara berkala dari sumber instansi resmi daerah.

Tidak ada indikator yang cocok dengan ""

Permukaan Jalan Provinsi — Jawa Barat 2024–2025

Data panjang jalan provinsi berdasarkan jenis permukaan tahun 2024–2025 menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur jalan di Jawa Barat telah menggunakan permukaan aspal dan beton, tanpa adanya jalan dengan permukaan tanah maupun kerikil. Kondisi ini menunjukkan dukungan infrastruktur jalan yang baik dalam menunjang konektivitas dan mobilitas masyarakat di Provinsi Jawa Barat.
Total Panjang Jalan
2.362,18 km
Panjang Jalan Aspal (2025)
2.013,54 km
Panjang Jalan Beton (2025)
348,64 km
Persentase Beraspal/Beton
100%
Komposisi Permukaan Jalan Provinsi (2025)
Aspal (~85%) Beton (~15%)
Perbandingan Permukaan Jalan 2024–2025
Aspal Beton
Panjang Jalan Aspal per Kabupaten/Kota
Tertinggi Terendah
Catatan
  • 100% jalan provinsi Jawa Barat telah menggunakan permukaan keras (aspal atau beton), tidak ada jalan tanah maupun kerikil.
  • Wilayah dengan panjang aspal terbesar: Kab. Sukabumi dan Kab. Garut.
  • Wilayah dengan panjang aspal terkecil: Kab. Pangandaran dan Kota Banjar.
Sumber: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, 2024–2025

Kemantapan Infrastruktur Jalan — Jawa Barat Tahun 2025

Data kondisi infrastruktur jalan berdasarkan hasil survei metode PKRMS tahun 2025 menunjukkan bahwa kualitas jalan provinsi di Jawa Barat berada pada kategori baik (mantap) dengan tingkat kemantapan mencapai 91,68%. Visualisasi ini memberikan gambaran kondisi infrastruktur jalan di setiap wilayah UPTD sebagai dukungan dalam perencanaan peningkatan layanan konektivitas dan mobilitas wilayah.
Total Panjang Jalan Provinsi
2.362,18 km
Tingkat Kemantapan
91,68%
Persentase Kondisi Jalan Provinsi
Mantap Peningkatan Kualitas Jalan
Persentase Jalan Mantap per UPTD
Distribusi Panjang Jalan per UPTD
Catatan
  • Data survei menggunakan metode PKRMS (Pavement Condition Rating Management System) tahun 2025.
  • UPTD I mencakup wilayah Bogor–Depok–Bekasi, UPTD II Karawang–Purwakarta–Subang, UPTD III Bandung Raya, UPTD IV Priangan Timur, UPTD V Cirebon–Majalengka, UPTD VI Sukabumi–Cianjur.
  • Kemantapan 91,68% berada di atas rata-rata nasional jalan provinsi.
Sumber: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, 2025

Konektivitas Jaringan Rel Kereta — Jawa Barat

Konektivitas jaringan rel kereta di Provinsi Jawa Barat menunjukkan tingkat cakupan yang relatif tinggi. Dari total 27 kabupaten/kota, sebagian besar wilayah telah memiliki akses terhadap stasiun kereta api, yang berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta konektivitas antar wilayah. Cakupan jaringan perkeretaapian yang telah menjangkau sebagian besar wilayah menunjukkan dukungan terhadap penguatan konektivitas dan pengembangan transportasi antarwilayah di Provinsi Jawa Barat.
Total Kab/Kota
27
Memiliki Stasiun
23 wilayah
Persentase Kab/Kota dengan Akses Stasiun Kereta
Wilayah Terlayani Stasiun Kereta (85%) Wilayah Pengembangan Konektivitas (15%)
Jumlah Kab/Kota Berdasarkan Akses Stasiun
Catatan
  • Rasio cakupan stasiun kereta: 23 dari 27 kab/kota (85,19%) telah terlayani jaringan rel kereta.
  • Empat wilayah yang belum memiliki stasiun berpotensi menjadi prioritas pengembangan konektivitas rel ke depan.
  • Data mencakup stasiun KAI Commuter (KRL) maupun KAI jarak jauh/menengah.
Sumber: PT Kereta Api Indonesia (KAI) / Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat

Efisiensi Transportasi Pelabuhan — Jawa Barat

Pelayanan transportasi pelabuhan di Provinsi Jawa Barat (angkutan sungai, danau, dan penyeberangan) menunjukkan tingkat efisiensi yang cukup baik, khususnya dalam mendukung mobilitas lokal dan distribusi barang. Frekuensi perjalanan kapal tergolong stabil dengan total ribuan trip per tahun, serta didukung oleh jumlah kapal operasional yang memadai. Dari sisi ketepatan layanan, arus keberangkatan dan kedatangan relatif seimbang. Kecepatan layanan cukup efisien untuk skala lokal, sementara dari sisi harga cenderung terjangkau bagi masyarakat. Pelayanan transportasi pelabuhan turut mendukung konektivitas wilayah dan aktivitas distribusi lokal pada berbagai kawasan strategis di Provinsi Jawa Barat.
Total Trip Keberangkatan
3.583 trip
Total Trip Kedatangan
2.460 trip
Total Kapal Beroperasi
6.043 kapal
Total Penumpang
23.941 orang
Perbandingan Keberangkatan vs Kedatangan
Komposisi Penumpang Transportasi Pelabuhan
Penumpang Domestik (~99%) Penumpang Wisatawan Asing (~1%)
Jumlah Kapal Beroperasi per Wilayah
Komposisi Layanan Angkutan Pelabuhan
Penumpang (77%) Barang (23%)
Distribusi Muatan Barang (Tonase)
Catatan
  • Data mencakup angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) di Provinsi Jawa Barat.
  • Lokasi layanan tertinggi: Waduk Cirata dengan jumlah kapal terbesar.
  • Konektivitas masih terbatas pada wilayah tertentu; belum merata seperti transportasi darat.
Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat / ASDP

Tenaga Kerja Akomodasi & Makan Minum — Jawa Barat (2024–2025)

Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum di Provinsi Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja pada periode 2024–2025. Hal ini mencerminkan pertumbuhan aktivitas ekonomi di sektor pariwisata dan jasa. Peningkatan jumlah tenaga kerja menunjukkan berkembangnya aktivitas usaha dan penyerapan tenaga kerja pada sektor akomodasi dan makan minum di berbagai wilayah Provinsi Jawa Barat.
Tenaga Kerja 2024
10.950
Tenaga Kerja 2025
15.174
Total 2024–2025
26.124
Pertumbuhan Tenaga Kerja Sektor Akomodasi & Makan Minum
2024 2025
Tenaga Kerja per Kabupaten/Kota
Tertinggi Lainnya
Distribusi Tenaga Kerja (%) — Top 5 Wilayah
Catatan
  • Tenaga kerja meningkat 38,58% dari 10.950 (2024) menjadi 15.174 (2025), mencerminkan pemulihan sektor pariwisata.
  • Tertinggi: Kota Bandung, Kota Bekasi, Kab. Bogor — sebagai pusat wisata dan perhotelan utama.
  • Terendah: Kab. Tasikmalaya dan Kab. Kuningan — potensi pengembangan SDM pariwisata masih besar.
Sumber: Dinas Pariwisata & Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, 2024–2025

Efisiensi Pelayanan Transportasi Udara — Jawa Barat

Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran berperan strategis dalam mendukung konektivitas udara Jawa Barat bagian selatan. Melalui layanan penerbangan perintis bersubsidi pemerintah, bandara ini memangkas waktu tempuh Pangandaran–Bandung menjadi ±30 menit dan Pangandaran–Jakarta menjadi ±1 jam, mendorong mobilitas masyarakat, pertumbuhan pariwisata, dan penguatan ekonomi daerah secara terpadu.
Waktu Tempuh Pangandaran – Bandung
±30 Menit
Waktu Tempuh Pangandaran – Jakarta
±1 Jam
Layanan Penerbangan
Perintis
Rute subsidi pemerintah
Dukungan Konektivitas Wilayah
Pangandaran
Akses udara terpadu
Estimasi Waktu Tempuh Transportasi Udara Bandara Nusawiru
Pangandaran – Bandung Pangandaran – Jakarta
Peran Bandara Nusawiru dalam Mendukung Konektivitas Wilayah
Prioritas Utama Pendukung
Catatan
  • Bandara Nusawiru melayani rute penerbangan perintis bersubsidi pemerintah untuk mendukung aksesibilitas wilayah Pangandaran.
  • Efisiensi waktu tempuh udara jauh lebih unggul dibanding jalur darat: Pangandaran–Bandung via darat ±5 jam, via udara ±30 menit.
  • Konektivitas udara berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal Kabupaten Pangandaran.
Sumber: Kementerian Perhubungan RI & Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, 2024

Banyaknya Maskapai Penerbangan yang Beroperasi — Jawa Barat

Layanan penerbangan di beberapa bandara di Provinsi Jawa Barat menunjukkan dukungan konektivitas udara antar wilayah dan internasional. Operasional maskapai penerbangan pada bandara di Jawa Barat mendukung mobilitas masyarakat, aksesibilitas wilayah, serta aktivitas pariwisata dan ekonomi daerah melalui layanan penerbangan domestik maupun internasional.
Bandara dengan Layanan Maskapai
3 bandara
Maskapai yang Beroperasi
3 maskapai
Susi Air · Wings Air · Scoot Airlines
Layanan Penerbangan
2 layanan
Domestik · Internasional
Maskapai Penerbangan pada Bandara di Jawa Barat
Jumlah Maskapai per Bandara
Catatan
  • Data mencakup bandara yang memiliki layanan maskapai aktif di Provinsi Jawa Barat.
  • Maskapai yang beroperasi: Susi Air, Wings Air, dan Scoot Airlines.
  • Layanan penerbangan mencakup rute domestik dan internasional dari bandara di Jawa Barat.
Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat / Direktorat Jenderal Perhubungan Udara

Partisipasi Penduduk dalam Ketenagakerjaan — Jawa Barat 2025

Data ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat tahun 2025 menunjukkan tingginya partisipasi penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi, baik laki-laki maupun perempuan. Keterlibatan tenaga kerja perempuan terus menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi rumah tangga, sektor usaha, dan pembangunan daerah.
Tenaga Kerja Laki-laki
15,55 Juta orang
Tenaga Kerja Perempuan
8,96 Juta orang
Total Penduduk Bekerja
±24,51 Juta orang
Laki-laki · Perempuan
Catatan
  • Data bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Jawa Barat tahun 2025.
  • Angka mencakup penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) yang berstatus bekerja.
  • Partisipasi tenaga kerja perempuan terus meningkat sebagai bagian dari pembangunan ekonomi daerah.
Sumber: BPS Provinsi Jawa Barat / Sakernas 2025

Dokumen Ketersediaan Tempat Duduk Pesawat per Populasi — Jawa Barat

Indikator ini mengukur rasio ketersediaan kursi penerbangan terhadap jumlah populasi di wilayah Jawa Barat, mencakup data kapasitas seat per rute, frekuensi penerbangan, dan laporan kinerja bandara. Indikator ini menggambarkan aksesibilitas udara dan daya dukung transportasi penerbangan terhadap mobilitas wisatawan.

1
Total Dokumen
Tautan Eksternal
2
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data kapasitas kursi penerbangan mengacu pada jadwal operasional maskapai yang dilayani Bandara Kertajati, Husein Sastranegara, dan Nusawiru.
  • Rasio tempat duduk per populasi dihitung berdasarkan frekuensi penerbangan aktif dan kapasitas pesawat yang beroperasi.
  • Data bersifat dinamis mengikuti perubahan jadwal penerbangan musiman dan kebijakan maskapai.
Sumber: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI & AP II

Dokumen Efisiensi Pelayanan Kereta Api — Jawa Barat

Indikator ini menghimpun dokumen terkait kinerja dan efisiensi layanan kereta api di Jawa Barat, meliputi ketepatan waktu (on-time performance), tingkat keterisian penumpang (load factor), tarif, serta rencana pengembangan jalur dan stasiun. Data bersumber dari KAI dan regulator perhubungan darat.

3
Total Dokumen
3
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data efisiensi kereta api mencakup on-time performance, load factor, dan tarif layanan KAI di wilayah Jawa Barat.
  • Pengembangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dan LRT Jabodebek turut memengaruhi konektivitas wilayah.
  • Laporan kinerja KAI dapat diakses melalui portal resmi PT KAI (Persero) dan Direktorat Perkeretaapian Kemenhub.
Sumber: PT Kereta Api Indonesia (Persero) & Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI

Dokumen Efisiensi Pelayanan Transportasi Umum — Jawa Barat

Indikator ini menghimpun dokumen terkait kinerja transportasi umum darat di Jawa Barat, mencakup bus AKDP/AKAP, angkutan perkotaan, Trans Jawa Barat, serta integrasi layanan antarmoda. Dokumen meliputi kebijakan tarif, standar pelayanan minimum (SPM), dan laporan evaluasi trayek.

3
Total Dokumen
3
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data mencakup angkutan umum AKDP, AKAP, Bus Trans Jawa Barat, dan angkutan perkotaan di seluruh kab/kota.
  • Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan umum mengacu pada Permenhub dan Perda Provinsi Jawa Barat.
  • Evaluasi trayek dan utilisasi armada dilakukan secara berkala oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.
Sumber: Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat & Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI

Dokumen Efisiensi Pelayanan Transportasi Pelabuhan Penumpang — Jawa Barat

Indikator ini menghimpun dokumen kinerja pelabuhan penumpang di Jawa Barat, mencakup data arus penumpang, waktu sandar kapal, tarif penyeberangan, serta evaluasi fasilitas terminal penumpang. Dokumen relevan untuk peningkatan konektivitas wisata bahari dan akses ke pulau-pulau kecil.

5
Total Dokumen
4
Tautan Eksternal
3
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data mencakup pelabuhan penumpang aktif di Jawa Barat, termasuk penyeberangan Cirata, Saguling, dan Muara Gembong.
  • Standar layanan terminal penumpang mengacu pada regulasi Kementerian Perhubungan Direktorat ASDP.
  • Arus penumpang musiman (lebaran, libur sekolah) perlu diperhatikan dalam perencanaan kapasitas pelabuhan.
Sumber: PT ASDP Indonesia Ferry & Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat

Dokumen Densitas Kamar Hotel — Jawa Barat

Indikator ini mengukur rasio ketersediaan kamar hotel berbintang terhadap jumlah penduduk di Jawa Barat. Data mencakup jumlah hotel, total kamar, tingkat hunian (occupancy rate), serta sebaran properti hotel per kabupaten/kota sebagai gambaran daya dukung akomodasi wisata.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Data densitas kamar hotel mencakup hotel bintang 1–5 yang terdaftar di Dinas Pariwisata dan memiliki izin usaha aktif.
  • Tingkat hunian (occupancy rate) dipengaruhi musim liburan, MICE, dan kegiatan pemerintahan di Bandung sebagai ibu kota provinsi.
  • Sumber data utama: Survei Hotel BPS Jawa Barat dan laporan Dinas Pariwisata kabupaten/kota.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat & Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

Dokumen Densitas Kamar Akomodasi Lainnya — Jawa Barat

Indikator ini mengukur rasio ketersediaan kamar akomodasi non-hotel (guest house, villa, homestay, pondok wisata, dan glamping) terhadap populasi di Jawa Barat. Akomodasi alternatif memiliki peran penting dalam mendukung wisata pedesaan, alam, dan desa wisata yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.

1
Total Dokumen
1
Tautan Eksternal
Total Akses

Dokumen untuk indikator ini ditampilkan pada Daftar Dokumen di bawah — sudah terfilter otomatis saat tab ini aktif.

Catatan
  • Akomodasi lainnya mencakup guest house, villa, homestay, pondok wisata, bungalow, dan glamping yang terdaftar resmi.
  • Pertumbuhan homestay di kawasan desa wisata Jawa Barat berkontribusi signifikan terhadap daya tampung wisatawan.
  • Pendataan akomodasi non-hotel dilakukan melalui pendaftaran usaha pariwisata di OSS dan dinas terkait kab/kota.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat & Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat

Video Pendukung

Memuat video…

Daftar Dokumen

Memuat dokumen…
Statistik Repositori
Jumlah Dokumen 29
Total Ukuran 1.09 MB
Total Unduhan 8
Terakhir Diperbarui 30 Jun 2026
← Kembali ke Repositori
Contact Us

Kirim Pesan ke Kami

Kami akan merespons pesan Anda melalui email dalam 1–2 hari kerja.